Kamis, 08 Mei 2008

Cinta

Cinta? Tak dapat kubayangkan, karena definisi cinta menurutku selalu berubah-ubah. Suatu tragedi yang tak terduga telah menggerogoti hati ini secara perlahan. Jujur saja, Aku pernah mengalami menyukai seseorang...ujarku pada seorang shabatku. "Ya, wajar saja kan cinta itu FITRAH" ujar shahabatku itu.
Sejenak aku berfikir dan merenung..., Apakah benar cinta itu fitrah? Kalau begitu, Mengapa banyak orang yang terkena cinta justru terjebak dengan jurang kemaksiatan (Naudzubillah himindzalika). Seharusnya, kalau benar cinta itu fitrah maka harus dapat mengantarkan kita ke dunia cahaya Illahi bukan menjauhinya.
Menurut ustd. Ary Ginanjar, bahwa cinta adalah salah satu dari Sifat dan Asma Allah swt Yang Maha Agung. Dan sumbernya berada di dalam suara hati. Ketika hati kita bersih dari noda-noda kemaksiatan maka suara hati "cinta" itu akan muncul dengan sendirinya. Sehingga jelaslah mana yang disebut cinta sejati atau cinta fitrah atau cinta hakiki itu.

Rabb....
Ampuni dosa hamba
atas segala kekurangan
atas segala kelemahan
atas segala dosa dan kemaksiatan
yang telah hamba lakukan

Rabb
Tunjukkanlah hamba kepada
Jalan Mu yang lurus
Bukan jalan orang2 yang Engkau murkai
dan Engkau sesatkan....

Amiin

Hardiknas 2008

Hari Pendidikan Nasional tahun ini sangat istimewa bagi diriku terutama bagi bangsa Indonesia. Tepatnya tanggal 2 Mei 2008, Seluruh pemuda dari berbagai pelosok Samudera Indonesia bersatu padu mengibarkan panji kemenangan bagi kemerdekaan Indonesia. Apakah Indonesia belum merdeka atau sebaliknya??? Tentu saja kita sudah tahu jawabannya...., Secara fisik kita memang sudah merdeka, tapi secara pemikiran kita masih terbelenggu oleh dunia penjajahan. Tahukah kawan...., Penjajahan seperti apa??? Ya... Benar, Perang pemikiran.
Perang pemikiran atau "Ghouzul Fikri" telah membawa bangsa Indonesia menuju sarang kemiskinan dan kemelaratan. Banyak tayangan TV yang tidak mendidik generasi penerus bangsa, bahkan sebagian besar isinya dapat menghancurkan negeri ini dari segi pemikiran. Kehidupan masyarakat yang jauh dari niral moral akibat globalisasi secara perlahan menumbangkan hasrat untuk memajukan bangsa ini.
Di Taman Wiladatika, Sekumpulan pemuda/i itu bersatu, bertekad untuk mengubah negeri yang mulai porak-poranda dengan dimulai dari diri sendiri, keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara berlandaskan kecerdasan spiritual yang dianut mereka.

Duhai negeriku,,,
Kami bertekad
Kami bersatu
Kami berusaha
Untuk memajukanmu

Walau darah menetes
Walau jiwa bertumbangan
Namun, Semangat cinta Illahi
Kan kami pertaruhkan untukmu

Ingatkah kita " Cinta Tanah Air adalah Sebagian dari Iman"
Mari Fastabiqul Khoirot.....